Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

rahasia penghemat listrik

images
Add caption
   Penggunaan alat penghemat pemakaian energi listrik untuk rumah tangga masih kontroversi sampai saat ini. Ada pihak yang mengatakan bahwa penggunaan alat penghemat listrik tersebut tidak efektif dan hanya merupakan pembodohan kepada publik saja, namun klaim tentang manfaat dan keefektifan dari alat tersebut pun tak kalah hebatnya, terutama yang disebar-luaskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan mendapat keuntungan dari penjualan alat ini.
 
   Mengenai penggunaan alat ini pun menjadi topik yang menarik di forum dunia listrik (dapat anda lihat di sini). Namun Dunia listrik berusaha untuk mendapatkan penjelasan yang dapat dipertanggung-jawabkan mengenai keefektifan penggunaan alat penghemat listrik tersebut, dan akhirnya mendapatkan informasi yang diinginkan pada situs PLN-Distribusi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Berikut kutipannya:
“Umumnya, penjual memberi iming-iming bila alatnya bisa menghemat listrik 10 hingga 40 persen. Bahkan juga diberi jaminan barang akan diganti baru bila tidak terjadi perubahan tagihan listrik dalam 1 tahun. Tak ayal, ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat terus berusaha menekan pengeluaran.
Di Indonesia, alat ini mulai dipasarkan sejak 2003. Berbagai merek didatangkan dari luar negeri, baik dari Jerman, Italia maupun negara Eropa lainnya. Meski ada juga buatan lokal yang mengadopsi teknologi luar.
Biasanya, alat hemat energi buatan luar negeri dipatok lebih mahal dibanding buatan lokal. Alat hemat listrik buatan Jerman misalnya dipasarkan dengan harga antara Rp 1,25 juta sampai Rp 1,5 juta, bergantung kapasitas daya yang digunakan. Sedang alat hemat energi buatan lokal berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.


  • Kompensator Daya
   Sebetulnya, cara kerja alat itu terbilang sederhana. Menurut teori, untuk mengurangi pemakaian energi listrik diperlukan sebuah kompensator daya. Kompensator ini bekerja sebagai pengatur tegangan yang akan mengurangi catu tegangan ke beban, yang berarti mengurangi catu daya ke beban. Nah, dengan mengurangi catu daya secara otomatis energi yang terpakai pun akan berkurang dibanding keadaan normal.
  Ada dua jenis kompensator daya yang banyak beredar di pasaran, yakni kompensator yang dipasang secara paralel dengan beban dan kompensator yang dipasang seri dengan beban. Dari dua jenis kompensator daya ini, yang banyak beredar di pasaran adalah kompensator daya yang dipasang paralel. Jika dirata-rata, perbandingan antara jumlah kompensator daya yang dipasang paralel dengan seri kira-kira 9:1.
  Kompensator yang dipasang secara paralel terhadap beban sebenarnya merupakan kompensator daya aktif-reaktif. Asas kerja kompensator ini memanfaatkan jenis arus yang dialirkan PLN ke pelanggan, yakni arus bolak-balik yang memiliki dua komponen daya: aktif dan reaktif. Daya aktif adalah daya sebenarnya yang dibutuhkan beban. Sebaliknya, daya reaktif adalah daya yang dapat terjadi karena induktansi maupun kapasitansi. Induktansi disebabkan komponen yang berbentuk kumparan seperti motor listrik maupun transfomator step down pada adaptor. Sedangkan kapasitansi diakibatkan oleh komponen kapasitor. Resultan atau jumlah dari keduanya kemudian membentuk daya nyata.
    Dalam kenyataannya, daya yang dipasok oleh PLN adalah daya nyata. Oleh sebab itu untuk meminimalisasi daya yang dipasok oleh PLN maka sebisa mungkin daya reaktif diminimalisasi. Jika beban bersifat induktif maka diberi kapasitor dan jika beban bersifat kapasitif maka beban diberi induktor. Karena umumnya peralatan yang digunakan dalam lingkungan perumahan bersifat induktif, maka kompensator daya untuk mengeliminasi daya reaktif tak lain berupa kapasitor. Biasanya, alat ini dipasang secara paralel pada jaringan listrik, tepatnya setelah kotak MCB (Mini Circuit Breaker) atau sekering yang telah terpasang sebelumnya.
  Sementara itu, kompensator daya yang dipasang seri dengan pemanfaat listrik merupakan sebuah alat penurun kinerja beban dengan cara menurunkan catu daya melalui penurunan tegangan catu. Hasil keluaran dari pemasangan alat kompensator daya jenis seri ini adalah diperoleh penurunan pemakaian daya nyata (watt), tetapi tegangan catu ke pemanfaat listrik juga dibuat turun. Sepintas terlihat sebagai penghematan pemakaian energi listrik, tetapi sesungguhnya kinerja pemanfaat listrik menurun dan dapat berakibat mengurangi umur pemanfaatan listrik.

  • Untung Rugi Penggunaan Peralatan
    Berdasar penelitian alat penghemat energi yang dilakukan Pranyoto, dari bagian Litbang PLN, penggunaan alat penghemat energi, baik berupa kompensator yang dipasang seri atau paralel ternyata tidak memberi kontribusi seperti yang dijanjikan produsen. Alih-alih menurunkan penggunaan daya, yang terjadi pada penggunaan alat semacam itu adalah mengurangi efisiensi peralatan dan umur pemanfaatan listrik. Ini disebabkan meski diperoleh penurunan pemanfaatan daya nyata antara 15 persen hingga 20 persen, tetapi pemanfaatan listrik juga dibuat menurun hingga 20 persen. Misal, AC dan kulkas menjadi kurang dingin dan lampu menjadi redup.
    Selain itu, pada kondisi tertentu yang mempertimbangkan adanya hambatan dalam kabel, penghematan yang terjadi dalam rumah sangat kecil. Penghematan hanya akan didapat ketika terjadi kondisi ekstrim dimana daya nyata dua kali lipat daya aktifnya. Namun jika dalam kondisi ideal alat ini justru akan menambah tagihan listrik meskipun besarnya tidak seberapa.
   Namun demikian alat ini juga berguna mengoptimalisasi daya listrik agar daya yang digunakan dapat digunakan sesuai daya yang diperbolehkan oleh PLN. Misal, pada perumahan, kWh meter akan menghitung daya aktif, tetapi MCB bekerja berdasarkan arus yang mengalir pada resultan daya nyata. Dengan menggunakan alat ini, maka resiko adanya pemutusan arus (ngejepret) oleh MCB dapat berkurang, dengan catatan bahwa rumah tersebut banyak menggunakan peralatan yang bersifat induktif. Jadi jika sebuah rumah berdaya 900 watt, terkadang dengan peralatan yang berdaya 600 watt atau 700 watt ternyata listriknya ngejepret. Nah, dengan pemasangan alat penghemat energi maka penggunaan daya akan dapat dioptimalkan mendekati 900 watt.
  • Jurus Menggaet Konsumen
   Seringkali seorang calon pembeli tertarik iming-iming penurunan tagihan listrik yang diungkapkan penjual. Biasanya konsumen akan diberi demonstrasi yang meyakinkan. Ada tiga modus yang sering digunakan.
Pertama, dengan menggunakan amperemeter. Ketika kompensator dipasang, amperemeter akan menunjukkan angka lebih rendah dibanding kondisi normal. Konsumen yang biasanya awam dengan masalah kelistrikan seringkali terkecoh. Tentu saja keadaan sebenarnya tidak demikian. Amperemeter mengukur arus pada komponen daya nyata dan bukan pada komponen daya aktif. Walaupun besaran yang ditunjukkan amperemeter akan berubah tergantung apakah alat penghemat dipasang atau tidak, besaran arus pada komponen daya aktif sebenarnya tidak akan berubah.
  Kedua, dengan menggunakan wattmeter. ’Jurus’ ini memang lebih cerdik dari yang pertama, karena PLN memang mengukur berdasarkan Watt. Tetapi yang tidak disadari konsumen adalah ada hambatan berukuran besar atau gulungan kabel yang sangat panjang di belakang alat demonstrasi ini yang menghubungkan beban dengan sumber listrik, terkadang bahkan sampai 100 meter. Jelas, ini sangat kontras dengan keadaan instalasi di rumah yang rata-rata hanya mencapai 10 meter.
  Ketiga, masih menggunakan wattmeter, tetapi tanpa memperlihatkan besaran tegangan. Alat ini dengan meyakinkan dapat memperlihatkan bahwa penggunaan daya akan dihemat. Tetapi konsumen tidak menyadari bahwa sebenarnya tegangan listrik sudah jauh di bawah 220V, diturunkan dari keadaan normal.
Sebenarnya ada cara mudah menekan tagihan rekening listrik yang tidak memerlukan peralatan tambahan semacam ”alat hemat listrik”. Salah satunya mengkonsumsi listrik seperlunya atau mematikan peralatan saat tidak digunakan. Misal ketika keluar kamar, lampu dimatikan. Jangan lupa pakai lampu hemat energi. Meski agak sedikit mahal tapi konsumsi dayanya jauh lebih kecil dibanding lampu biasa dan umur penggunaannya lebih lama.
   So, mudah kan? Tanpa perlu membeli alat hemat listrik yang berharga jutaan, Anda juga dapat menghemat listrik dengan mudah dan nyaman.”

This work is licensed under a Creative Commons license.
Read More

Malware Di Google Images



WOW sejumlah gambar di Google Images telah terinfeksi malware, yang bisa menyesatkan pengguna ke halaman yang menjual scareware, antivirus palsu.
Dari hasil penelitian  SANS Internet Strom Center , banyak gambar yang masuk dalam Google Images telah terinfeksi malware. Untuk mencegahnya, para pengguna harus mengunduh program antivirus.
Pada umumnya gambar-gambar yang sedang menjadi tren atau masuk dalam daftar Google Trends rawan disusupi malware. Pengguna biasanya langsung mengklik thumbnail atau browser yang kemungkinan telah terinfeksi. Biasanya pengguna langsung mengarahkan ke situs yang menjajakan scareware.
SANS menyebutkan lebih dari 5.000 situs telah dihacker. Sementara jumlah kunjungan pengguna ke situs-situs palsu, rata-rata setengah juta orang setiap hari.
Juru bicara Google Jay Nancarrow menanggapi hal itu menjelaskan perusahaan keamanan Krebs yang disewa Google telah berupaya aktif untuk mendeteksi malware yang masuk ke dalam Google Images. 
Sementara itu peneliti IT Bojan Zdrnja telah mengembangkan Firefox add-on, yang mampu menampilkan gambar terinfeksi, dengan warna pembatas merah.Sayangnya aplikasi ini belum dipasarkan untuk umum.
Read More

FoxTab v1.3 for Firefox






Getting Started

This page is describing FoxTab v1.3 for Firefox, if you haven’t installed it yet, click here.
  • Launching
  • Top Sites (Speed Dial)
  • Opened Tabs
  • Recently Closed Tabs
  • Keyboard Shortcuts and Mouse Gestures
  • Themes and Perspectives
  • Grouping and Filtering
Launching
  Launching FoxTab is extremely easy and intuitive. Here's how to do it instantly: Option 1: Click on the FoxTab icon in your browser's toolbar (press ESC to exit) Option 2: Ctrl + Tab: Simply hold the Ctrl key pressed down and repeatedly hit the Tab key. To flip tabs backward, use Ctrl + Shift + Tab

Interactive mode
   If you'll click on the FoxTab icon, FoxTab will be opened in Interactive Mode. In that mode, you get access to your top sites, recently closed tabs and currently opened tabs. While in Interactive mode, you can also set FoxTab's theme and layout.



My Top Sites:
   To open the top sites view, open FoxTab and select [My Top Sites] from the top bar. By clicking on a thumbnail, its corresponding page will be opened (use middle click to open in new tab). How to add pages to my top sites? At first time, Top Sites is empty. To add pages to the top sites panel use one of the following methods:
  1) From any page, right click on the page and click [Add to Top Sites].   2) From any page, click on the [Add to Top Sites] toolbar button.       This button is not displayed by default, and can be added to the toolbar by going to:       Firefox menu bar -> View -> Toolbars -> Customize On the bottom-left corner you can find the "Edit" button. While in edit mode, you can rearrange thumbnails using drag and drop gestures. You can also set the size of the Top Sites panel

   How to set the top sites as my default new tab page? If you like, you can also set the top sites view as your default new tab page. To do that, open the options panel (Tools -> Add-ons -> FoxTab -> General -> New Tab Page, and select Top Sites. How to set the top sites to be my home page? NOTE: You must set the top sites to be your default new tab page in order to have it on your home page too. Go to Firefox's main options window (Tools -> Options), select the "General" tab and change your home page to: about:blank
Opened Tabs:
  To flip between the currently opened tabs, open FoxTab and select [Opened Tabs] from the top bar. By clicking on a given thumbnail, the selected tab will be focused. To close a tab, click on the X icon, or use your mouse's middle button. You can navigate between currently opened tabs in various ways:
  • Arrows keys
  • PgUp / PgDn
  • [Shift] + Tab
  • Mouse Scroll
Recently Closed Tabs:
To view recently closed tabs, open FoxTab and select [Recently Closed Tabs] from the top bar. By clicking on any thumbnail, the corresponding page will be reopened (use middle click to reopen in new tab). The recently closed tabs thumbnails are sorted by the order of their closing.
Flip mode
  If all you need is to flip between tabs, chances are, that you'll find this launching option much more handy. When you use the Ctrl + Tab keys combination you're launching FoxTab in Flip Mode. This mode is intended to flip between tabs quickly and agilely. After you release the Ctrl key, the last focused tab becomes the selected one.
Keyboard Shortcuts and Mouse Gestures



  In FoxTab's option window you'll find other shortcuts to launch FoxTab, each one of the two operation modes has a corresponding preferences pane where you can set which shortcuts and mouse gestures should be used (as well as setting the size of the panel and other specific options)
Launch in Interactive Mode:
  • Click on the FoxTab icon
  • F12 (Windows / Linux) , F8 (Mac OS X)
  • Click on both the left and right buttons of your mouse
  • Click on both the left and middle buttons of your mouse
Launch in Flip Mode:
  • Ctrl + Tab
  • Ctrl + Mouse Scroll
  • Hold the Mouse right button pressed + Mouse Scroll
Themes and Perspectives
After customizing how FoxTab is launched, the next thing you may like to do is to control how it looks. When you open FoxTab in Interactive Mode you can see two buttons in the upper right side area. Use these buttons to set a theme, wallpaper and the 3D perspective that best fit to your personal style. You can use a wallpaper from your local computer or use any image you find in the web. To set a wallpaper from local directory, simply click on the [Browse..] button and select any image file to be your FoxTab wallpaper. To set a wallpapers from images you find in the web, do the following:
  • Right click on an image and select [Copy Image Location]
  • Open the Themes Dialog Box in FoxTab and paste (CTRL+V) the link
    into the [Background Image (local path or URL] text field.
  • Click on the [Set] button Use the [Clear] button to reset the background setting.
Grouping and Filtering
   While viewing your opened tabs, the Grouping and Filtering feature may help you to narrow the number of displayed thumbnails.
  • Grouping : Provides you with a list of the websites that are currently opened. When clicking on particular website, FoxTab displays only the tabs which were originated from that website.

  • Filtering : Provides you with a text box to quickly filtering tabs by their title, domain or url.

Follow Us:

Apps:
YouTube Downloader Video Converter
Audio Converter Videos to Mp3
FLV Video Converter FLV to Mp3
Read More
Copyright © 2007-2012 aan kazperzky. All Rights Reserved.Dapatkan Bonus $10 Di Jss Tripler.